Senin, November 23, 2009

Sang Pencari Cahaya

Saat mentari memancarkan cahaya. Serbuk cahaya pun melaju menembus waktu. Mentari begitu percaya kepada cahaya yang dikeluarkannya mampu menerangi apa yang disekitarnya. Bumi pun tersenyum dikala cahaya yang dipantulkan bulan menerangi sebahagian selimutnya. Jika dikomparasikan pada kehidupan sang pencari cahaya, kini ia begitu tak mengerti apa yang sebenarnya terjalankan. Perlu waktu untuk mengungkap semua yang sempat terbayang.

Sang pencari cahaya diselimuti bayang semu jika cahaya tak lagi menjadi sahabat mentari. Sungguh banyak hal yang masih tak sempat terpikirkan. Sehingga harapan pun tak juga kepada rembulan pemantul serbuk cahaya. Sang pencari cahaya pun tak sanggup memendamnya :


Hari ini aku takut mentari tak lagi percaya terhadap disiplinnya serbuk cahaya. Takut bumi tak lagi ingin perlihatkan senyumnya. Meskipun terkadang rembulan tak jua begitu percaya kepada dirinya sendiri. Akankah aku yang lemah mampu temukan apa yang kucari. Aku mencari apa yang sebenarnya aku cari.

Aku bukan bitang yang mampu memikat, juga tak sebagai rembulan pemantul apa yang dicari. Kini akankah ku hanya diam jalani yang akan terlewat. Sungguh kesempurnaan itu hanyalah milik-Nya. Keletihan diperjalanan, tak akan hentikan/ mempercepat/ memperlambat apa yang telah ditetapkan. Ku layangkan kemauan peringatkan daku jika kutempuh yang tak terbaik. Yakinkan ku mampu mencapai cahaya yang kucari.

Sang Pencari Cahaya

Saat mentari memancarkan cahaya. Serbuk cahaya pun melaju menembus waktu. Mentari begitu percaya kepada cahaya yang dikeluarkannya mampu menerangi apa yang disekitarnya. Bumi pun tersenyum dikala cahaya yang dipantulkan bulan menerangi sebahagian selimutnya. Jika dikomparasikan pada kehidupan sang pencari cahaya, kini ia begitu tak mengerti apa yang sebenarnya terjalankan. Perlu waktu untuk mengungkap semua yang sempat terbayang.

Sang pencari cahaya diselimuti bayang semu jika cahaya tak lagi menjadi sahabat mentari. Sungguh banyak hal yang masih tak sempat terpikirkan. Sehingga harapan pun tak juga kepada rembulan pemantul serbuk cahaya. Sang pencari cahaya pun tak sanggup memendamnya :


Hari ini aku takut mentari tak lagi percaya terhadap disiplinnya serbuk cahaya. Takut bumi tak lagi ingin perlihatkan senyumnya. Meskipun terkadang rembulan tak jua begitu percaya kepada dirinya sendiri. Akankah aku yang lemah mampu temukan apa yang kucari. Aku mencari apa yang sebenarnya aku cari.

Aku bukan bitang yang mampu memikat, juga tak sebagai rembulan pemantul apa yang dicari. Kini akankah ku hanya diam jalani yang akan terlewat. Sungguh kesempurnaan itu hanyalah milik-Nya. Keletihan diperjalanan, tak akan hentikan/ mempercepat/ memperlambat apa yang telah ditetapkan. Ku layangkan kemauan peringatkan daku jika kutempuh yang tak terbaik. Yakinkan ku mampu mencapai cahaya yang kucari.

Semoga Bermanfaat...!

KAMMI INSIDE :